Minggu, 26 April 2015

Review Drama Serial India Navya

Akhir-akhir ini ANTV rajin sekali memutar drama serial dari India, bahkan mengundang beberapa artis India ke Indonesia sejak beberapa bulan yang lalu. Sebelumnya aku tak pernah sih meluangkan waktu untuk menonton drama serial dari India yang konon mencuri perhatian masyarakat Indonesia itu. Namun, aku lupa tepatnya kapan, beberapa waktu yang lalu aku tak sengaja menonton salah satu episode Navya. Entah sudah episode keberapa, aku tak ingat lagi.

Sebelumnya kupikir drama serial India yang berjudul Navya itu seperti sinetron-sinetron Indonesia lainnya yang bertemakan cinta remaja. Namun, saat pertama kali aku menonton drama itu aku tahu bahwa aku salah! Karena dalam episode yang kutonton itu aku melihat bahwa yang diceritakan bukan hanya hebohnya cinta sepasang anak muda (Navya dan Anant) namun juga bercerita tentang tradisi yang dipegang teguh kedua belah keluarga.

Senin, 20 April 2015

Ikut gerbong mutasi

Rabu, 15 April 2015 adalah hari yang tak akan kulupakan karena pada hari itu aku mendapat kejutan luar biasa. Aku ikut gerbong mutasi (lagi). Sebenarnya, isue soal akan adanya mutasi pegawai sudah beberapa hari terdengar. Namun, yang kutahu yang akan ikut gerbong mutasi kali ini adalah kepala SKPD. Aku gak membayangkan aku akan ikut gerbong mutasi (lagi), mengingat aku menduduki tempatku yang sekarang ini baru 11 bulan.

Jam 09.50 aku dikejutkan oleh SMS dari kepala kantorku. Beliau mengabarkan kalau aku ternyata ikut masuk daftar gerbong mutasi kali ini. Terus terang saja, aku gak menyangka kalau namaku masuk daftar lagi. Apalagi aku sudah merasa nyaman di kantorku yang sekarang ini aku tempati. Meski baru bergabung di kantor ini selama 11 bulan, aku sudah merasa betah dan kerasan. Aku juga sudah mulai menyukai pekerjaan baruku.

Selasa, 14 April 2015

Jarak antara Pancasila dan Pelajar

Beberapa waktu yang lalu, aku mendapat kehormatan menjadi moderator di sebuah acara pembinaan kepada para pelajar SMA/SMK di Kota Madiun. Materi pembinaan adalah tentang pemahaman Pancasila untuk meningkatkan dan mempertebal rasa solidaritas dan ikatan sosial di kalangan pelajar. Adapun pematerinya ada 2 orang : dari Kepolisian Resort Madiun Kota dan Kodim 0803 Madiun.

Berhubung jumlah peserta pembinaan dari pelajar SMA/SMK di Kota Madiun sangat banyak, maka acaranya dilaksanakan selama beberapa hari. Secara bergilir, setiap hari ada 4-5 SMA/SMK di Kota Madiun (baik negeri maupun swasta) yang mengirimkan perwakilan siswanya untuk mengikuti acara pembinaan itu. Setiap hari jumlah peserta antara 200-300 orang pelajar. Dan aku mendapat kehormatan untuk menjadi moderator pada 4 hari terakhir.

Jumat, 20 Maret 2015

Kado Cinta Sahabat Maya

Punya sahabat dari dunia maya? Aku punya dan jumlahnya lebih dari satu! Persahabatan ini kurasakan sebagai sesuatu yang menakjubkan dalam hidupku. Sebab, aku dulu tak pernah membayangkan akan punya banyak sahabat dari dunia maya. Terlebih lagi persahabatan tersebut bisa terjalin demikian hangat dan akrab. Kami bisa begitu 'cair' dan menyatu. Padahal aku belum pernah sekalipun bertemu dengan mereka semua!

Sesungguhnya persahabatan kami bermula dari ketidaksengajaan. Kami (kebetulan) sama-sama 'terjebak' dalam status yang sama. Sama-sama finalis suatu lomba. Entah siapa yang memulai, obrolan dari inbox beralih ke WhatsApp. Luar biasanya, grup WA yang satu ini tak pernah sepi sejak awal terbentuk sampai dengan saat ini. Sudah bukan aneh lagi jika dalam sehari obrolan kami bisa mencapai ribuan. Ditinggal sebentar, bisa ketinggalan ratusan obrolan.

Selasa, 03 Maret 2015

Belajar dari kerja kelompok

Sejak duduk di bangku SMP, Shasa sering sekali mendapatkan tugas kelompok untuk semua jenis mata pelajaran. Ada yang sekedar membuat karya tulis, presentasi bahkan membuat pentas drama, membuat video film pendek sampai mengaransemen lagu. Selama ini, kerja kelompok itu selalu saja memunculkan 'masalah' dalam pelaksanaannya.

Masalah pertama adalah soal waktu yang disepakati bersama oleh anggota kelompok. Maklum saja, setiap anggota kelompok tentu saja punya aktivitas harian yang berbeda-beda, misal les atau bimbingan belajar. Sehingga agar kerja kelompok itu bisa tetap jalan, maka harus ada yang mau mengalah untuk mengorbankan aktivitas pribadi mereka. Kalau tidak begitu, tak akan pernah ketemu jadwal dimana semua anggota kelompok itu sedang kosong jadwalnya. Nah, memutuskan siapa yang mau mengalah dengan mengorbankan aktivitas pribadinya demi kerja kelompok itu tentu saja perlu kerelaan hati.