Minggu, 13 April 2014

Ketika Anak Bermasalah Dengan Temannya

Aku yakin, setiap ibu (atau orangtua) pasti pernah mendengar pengaduan dari anak-anaknya bahwa mereka sedang punya masalah dengan teman-temannya. Bentuk 'masalah' yang dikeluhkan anak-anak itu bisa berupa dimusuhi, dijauhi, didiamkan, dihina, diejek atau malah disakiti secara fisik. Dan, aku hampir bisa memastikan bahwa saat ibu mendengar pengaduan anak-anaknya itu pasti muncul rasa sedih di hati. Ibu mana yang tidak sedih hatinya jika buah hatinya sedih atau malah disakiti oleh orang lain kan?

Aku pernah mengalaminya. Dulu, saat Shasa masih TK dia pernah mengadu bahwa ada temannya yang mengejeknya dan mengatainya "gajah" karena Shasa gemuk. Aku ingat sekali, saat itu Shasa malah sudah minta pindah sekolah karena tak suka dengan perlakuan teman-temannya itu. Aku sedih dan tak terima atas sikap teman-teman Shasa kala itu. Tapi satu hal kusadari, bahwa teman-teman Shasa pun tak menyadari jika sikap dan perkataan mereka menyakiti hati orang lain.

Rabu, 02 April 2014

Dikriminasi Pendidikan

Ini adalah sebuah kisah tentang 'diskriminasi pendidikan' di sebuah kota antah berantah. Aku mendengar kisah ini beberapa waktu yang lalu. Kisah perbedaan perlakuan dari dinas pendidikan terhadap sekolah swasta dan sekolah negeri. Terus terang saja, saat mendengar kisah itu aku ikut merasa prihatin, mengapa sampai sekarang diskriminasi pendidikan masih ada. Bedanya, jika seringkali yang mendapat perlakuan istimewa adalah sekolah-sekolah swasta yang menuntut biaya mahal, namun dalam kisah yang aku dengar kali ini adalah sebaliknya.

Oke, daripada berteka-teki lebih lama, aku akan langsung cerita saja. Jadi, di sebuah kota antah berantah ada sebuah sekolah swasta yang relatif baru, karena baru tahun ini akan meluluskan muridnya yang kini duduk di kelas 6 SD. Sekolah swasta (SD) itu didirikan dengan semangat untuk memberikan kesempatan pada murid-muridnya mengembangkan kemampuannya sebaik mungkin. Selain itu, SD itu juga mengusung semangat cinta pada alam dan lingkungan.

Senin, 24 Maret 2014

[Resensi] Storycake For Your Life : Living Abroad



Judul : Storycake for Your Life : Living Abroad
Pengarang : Nurul Asmayani, dkk
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2013
Tebal : 290 halaman
ISBN : 978-979-22-9558-0
Harga : Rp. 58.000

Bagi yang belum pernah menjalani, mungkin tinggal di luar negeri terasa menyulitkan. Kita tak tahu apapun tentang seluk beluk negara lain termasuk bagaimana pemerintah di sana mengatur warganya, bagaimana pola pergaulannya dan sebagainya.

Jumat, 21 Maret 2014

Shasa dalam baju kenanganku

Cerita, kemarin aku dan Shasa bongkar lemari di rumah ibu. Kami sedang cari-cari baju yang cocok dipakai Shasa untuk dipakai saat Drama Bahasa Inggris. Kali ini, untuk pelajaran Bahasa Inggris ada tugas menampilkan drama dalam Bahasa Inggris. Setiap kelompok diberi waktu tampil di panggung dan memainkan dramanya sepanjang 15 menit.

Nah, untuk kepentingan drama-nya inilah aku mengajak Shasa untuk bongkar lemari lama, mencari baju lamaku yang siapa tahu ada yang pas untuk dipakai Shasa saat drama. Memang, aku sengaja masih menyimpan beberapa baju kenangan sejak masih kuliah sampai beberapa tahun lalu. Baju-baju itu masih bagus-bagus kondisinya, karena memang dulu jarang aku pakai. Selain itu, aku memang sangat menyukai baju-baju itu dulu. Sementara baju-baju lain sudah banyak yang aku hibahkan pada orang lain.