Selasa, 03 Maret 2015

Belajar dari kerja kelompok

Sejak duduk di bangku SMP, Shasa sering sekali mendapatkan tugas kelompok untuk semua jenis mata pelajaran. Ada yang sekedar membuat karya tulis, presentasi bahkan membuat pentas drama, membuat video film pendek sampai mengaransemen lagu. Selama ini, kerja kelompok itu selalu saja memunculkan 'masalah' dalam pelaksanaannya.

Masalah pertama adalah soal waktu yang disepakati bersama oleh anggota kelompok. Maklum saja, setiap anggota kelompok tentu saja punya aktivitas harian yang berbeda-beda, misal les atau bimbingan belajar. Sehingga agar kerja kelompok itu bisa tetap jalan, maka harus ada yang mau mengalah untuk mengorbankan aktivitas pribadi mereka. Kalau tidak begitu, tak akan pernah ketemu jadwal dimana semua anggota kelompok itu sedang kosong jadwalnya. Nah, memutuskan siapa yang mau mengalah dengan mengorbankan aktivitas pribadinya demi kerja kelompok itu tentu saja perlu kerelaan hati.

Selasa, 27 Januari 2015

Sekali lancung ke ujian....

Kurang lebih 2 minggu lalu, Ibuku menelpon di kantor. Ibu bercerita bahwa pagi itu ada teman Shasa waktu SD dulu yang datang ke rumah Ibu dengan ditemani ibunya. Mereka datang untuk meminjam loyang dan oven. Ibu menuturkan bahwa sebelum ketemu Ibu untuk menyampaikan maksudnya itu, dia (dan ibunya) sudah bolak balik 2 kali ke rumah Ibu tapi tak ketemu. Kedatangan pertama, saat Ibu masih ikut senam lansia. Kedatangan kedua, saat Ibu sedang belanja ke pasar. Baru kedatangan yang ketiga mereka bertemu Ibu.

Pada Ibuku, teman Shasa menuturkan bahwa dia mendapat tugas untuk membawa kue "yang dihias" ke sekolah. Karena menurut perhitungan Ibunya, membeli jauh lebih mahal daripada membuat sendiri maka mereka memutuskan untuk membuat sendiri. Karena tidak punya oven dan loyang maka mereka harus mencari pinjaman. Dan, akhirnya mereka berniat untuk meminjam pada Eyangnya Shasa (Ibuku).

Kamis, 15 Januari 2015

KEB : kebersamaan yang memberi manfaat

Tanggal 18 Januari 2015 nanti, KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) akan merayakan ulang tahunnya yang ketiga. Kali ini, perayaannya akan dilakukan di Bandung tanggal 18 Januari 2015 nanti dengan mengangkat tema "KEB SAUYUNAN". Kata Sauyunan adalah kata dalam Bahasa Sunda yang mengandung makna kebersamaan yang dipenuhi oleh suasana yang menyenangkan dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi semua pihak yang terlibat (sumber : Koperasi Sauyunan). Sebuah tema yang sangat kental menggambarkan "jiwa" KEB yang mengedepankan kebersamaan untuk memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya.

Ya, seperti itulah gambaran KEB di mataku. Aku yang baru ikut bergabung dengan KEB pada perayaan ulang tahun pertama-nya benar-benar merasakan hal tersebut. Komunitas yang seluruh anggotanya perempuan ~dengan status emak maupun calon emak~ yang hobby ngeblog ini benar-benar telah berupaya untuk melakukan banyak hal untuk memberikan manfaat bagi semua anggotanya.


Senin, 22 Desember 2014

Buku Hati Ibu Seluas Samudra #KadoIstimewa Hari Ibu

Kemarin malam aku menyaksikan tayangan salah satu televisi yang mewawancarai Ibu Boedi Harti (86 tahun). Beliau diwawancarai seputar perseteruannya dengan anak kandungnya terkait gugatan sang anak terhadap rumah yang ditinggal Ibu Boedi Harti dan suaminya Achmad Tjakoen Tjokrohadi (92 tahun).

Pewawancara menanyakan apakah Ibu Boedi Harti menyimpan rasa dendam atau sakit hati atas perlakuan anaknya tersebut, namun jawaban beliau sungguh membuatku terharu. Ibu Boedi Harti mengaku dia tak sakit hati, tak marah, tak dendam ataupun benci terhadap anaknya itu. Bahkan beliau mengaku masih merasa sayang dan selalu merindukannya dan mengharap anaknya datang menjenguk. Meski selama 15 tahun berkonflik memperebutkan rumah dengan anaknya, namun tak sedikitpun ada rasa benci di hati beliau. Sungguh, hati Ibu Boedi Harti seluas samudra.

Selasa, 16 Desember 2014

Sesuatu yang menggelitik dari sebuah Drama Korea

Sudah tahu kan kalau aku suka juga nonton Drama Korea? Yaa mungkin karena kena virusnya si Bibi Titi Teliti sih hehehe #carikambinghitam. Nah, saat ini aku sedang seneng banget nonton Princess Prosecutor. Walau untuk itu aku kudu rela tidur malam, soalnya Drakor yang satu ini tayang jam 21.45 WIB. Tapi gak apa-apa sih... demi bisa melihat akting Park Shi Hoo aku rela kok. Ketahuan banget niatnya yang pengen liatin muka cute PSH hehehe.

Etapi sekarang aku bukan sedang pengen bahas tentang bagaimana cute-nya si PSH ini. Soalnya aku gak pengen memaksakan penilaianku, kan selera orang beda-beda toh? Aku cuma mau bahas tentang salah satu episode dalam Drama Korea yang mengangkat cerita tentang kehidupan Jaksa itu. Sebelum aku membicarakan tentang episode itu, aku akan menjelaskan tentang tokoh utamanya dulu biar gak bingung ya?